news212 Tempe adalah salah satu jenis panganfermentasi yang umumnya dikonsumsi oleh penduduk Indonesia.
Meski begitu, makanan tersebut dapat menjadi pilihan harian bagi para pecinta Sase.
Iya, tempe adalah salah satu bahan pangan yang dapat diolah menjadi lauk.
Mengapa begitu digemari?
Di luar harga yang murah, tempe juga dapat dimasak menjadi berbagai jenis hidangan.
Tempe bosok atau tempe yang sudah dekat dengan kebusukan pun masih sering digunakan sebagai bahan campuran dalam masakan, terutama di Jawa Tengah.
Tempe busuk, yang secara tersendiri diklaim dapat menambah rasa gurih pada hidangan.
Tidak mengherankan apabila tempe menjadi favorit di antara berbagai kelompok masyarakat.
Apakah Tempe Mentah Berbahaya?
Jadi, di samping dikonsumsi setelah dimasak, ternyata banyak pula orang yang biasa makan tempe dalam keadaan belum matang lho.
Kok bisa?
Hal ini sempat viral di media sosial x (dulu Twitter) oleh akun @FOODFESS2, Rabu (8/11/2023).
Menurut laporan di Kompas.com, sebuah postingan oleh netizen mengatakan bahwa dia memakan tempe yang belum digoreng atau diproses dengan merebusnya lebih dulu.
Pertanyaannya dia apakah suka makan tempe mentah seperti ini memiliki dampak negatif?
Postingan itu sudah dilihat sebanyak 1,5 juta kali, dibagi 1.000 kali, serta di sukai oleh 7.000 orang netizen.
Selanjutnya, apakah memakan tempe mentah baik untuk sistem pencernaan atau malah dapat menyebabkan masalah kesehatan?
Dokter dari departemen penyakit dalam di bidang gastroenterologi dan hepatologi RSCM Ari Fahrial Syam menyebutkan bahwa tim mereka tidak menyarankan untuk memakan tempe yang belum dimasak.
"Tempe tersebut belum siap untuk dimakan karena harus melalui proses pemasakannya terlebih dahulu, baru setelah itu aman untuk dikonsumsi," kata dekan FK UI seperti dilansir Kompas.com.
Menurut Ari, tempe mentah mungkin telah terpapar bakteri selama tahapan produksinya.
Jika tempe dikonsumsi dalam keadaan belum matang, dapat meningkatkan risiko terjadinya diare bagi peminumnya.
Dia pun merekomendasikan untuk menyajikan atau mengkonsumsi tempe saat sudah masak.
Sebagai contoh, dapat diproses menjadi tempe bacem, direbus, dimasak sebagai sup, dikukus, atau digoreng.
"Setidaknya, itu artinya (tempe) telah berada dalam kondisi suhu lebih dari 100 derajat Celsius sebelumnya," jelasnya.
Terpisah, Prof Ali Khomsan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yang merupakan ahli gizi, juga menekankan bahwa tempe idealnya dikonsumsi setelah mencapai tahapan kematangan.
"Secara umum, makanan yang perlu dimasak seharusnya disajikan setelah masak dan tidak boleh dimakan dalam keadaan mentah karena adanya risiko bakteri di dalamnya yang dapat merugikan kesehatan," terangnya.
Ali menyarankan agar masyarakat memasak tempe dengan cara direbus atau digoreng terlebih dahulu sebelum dikonsumsi guna mengurangi risiko kontaminasi bakteri.
Bakteri yang berasal dari lingkungan eksternal bisa mencemari produk tempe sebab metode produksinya kurang steril atau kemasannya belum terjamin kebersihannya.
Sebaliknya, ahli nutrisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo menyatakan bahwa ada beberapa tipe bahan pangan yang harus melewati tahap pemrosesan terlebih dahulu sebelum disantap.
"Dengan begitu, zat pangan tersebut akan lebih mudah dicerna, aman, serta memiliki rasa yang lezat," jelasnya.
Toto mengatakan bahwa tempe akan lebih gampang untuk mencernakan kandungan protein nabati setelah proses pemasakannya selesai.
Rasanya jadi lebih lezat saat dimakan setelah matang dibandingkan masih mentah.
Selanjutnya, Profesor dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sri Anggrahini menyampaikan bahwa jamur dalam tempe yang belum dimasak tidak membahayakan kesehatan.
"Saat dikonsumsi, aman karena jamur tersebut tak menghasilkan racun," jelasnya.
Sri mengatakan bahwa tempe dapat dimakan dalam keadaan mentah atau tanpa proses pengolahan apapun.
Akan tetapi, ia menyarankan agar tempe bongkrek tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah karena dapat berbahaya.
Tempe bongkrek biasa juga dikenal sebagai tembeu gembus, atau gembuk.
Jenis tempe ini dibuat dari ampas kelapa parut yang telah difermentasi dan menampilkan warna hijau gelap.
"Tempe bongkrek yang gagal pembuatannya tersebut bisa berbahaya," katanya.
food and drink food science health benefits healthy eating nutrition
Show Disqus Comment Hide Disqus Comment